Menu

Saturday, 21 January 2017

Ringo Lore: 'Pelempar Koin'


Ringo, masa lalu dan masa depan...




Sebuah tenda besar di hamparan boondogglery. Seorang pria bersayap mekanik bertarung di udara dengan pedang bersinar. Berkalung elemen api dan es yang menari, berusaha untuk tidak memadamkan satu sama lain, irama musik yang muncul untuk bermain pada diri mereka sendiri. Putri Duyung, warga kota telah ternganga sepanjang malam di tenda naik keluar dari penjara akuarium nya dalam tetesan air yang melayang, di atas kerumunan. Para akrobat membuat jembatan, menggenggam bahu satu sama lain, otot-otot yang bergerak, untuk Sabertooth (sejenis harimau purba) yang berjalan melintas, mengejar jatah makan malam daging nya, pada panggung di sisi lain.




Ringo berjalan dengan gaya di atas panggung, membawa revolver single-action (sejenis pistol) kembarnya yang dinamai Kepercayaan dan Alasan. Seorang pelempar, pemain akrobat berkaki panjang mengenakan topi dan rok badut yang menjuntai pendek, melangkah ke tengah setelah Ringo. Dia memutar-mutar piring pada tongkat, kemudian melemparkannya tinggi-tinggi. Ringo, memutar-mutar pada pelatuk revolver nya di jari, tidak yang dia tunjukkan dibandingkan dengan pelempar piring sampai piring pertama meledak di udara menjadi pecahan keramik yang kecil.

Para pejalan tali yang tegang bergetaran di atas, manusia yang kuat mengangkat bangku penuh dengan tawa, para minion ketakutan di atas bangku itu. Jika pelempar melemparkan terlalu tinggi atau rendah, semua ini akan menjadi bencana, dan itu menjadi daya tariknya. Ringo tersandung seperti sedang mabuk selama berjam-jam, terhuyung-huyung, satu mata di tutup untuk fokus, melirik ke arah pelempar nya, tetapi ketika piring terbang, senjatanya berhenti membeku di pinggulnya dan Bang: Apapun yang pelempar luncurkan aka hancur.

Anak-anak berkerumun di depan, memegang koin yang mereka curi dari orang tua yang murah hati: "Aku!Aku! Tuan Ringo! Aku Mohon!" Pelempar membuat pertunjukan dengan koin-koin itu dari jari-jari lengketnya, kemudian dia memutar, melemparkan... BANG, dan kemudian dia menangkap uang yang sama yang telah dilempar ke udara, mengembalikan nya ke anak yang beruntung dengan lubang yang sempurna tepat di tengah. Dua koin pada waktu yang sama - BANG BANG - lalu dia mengkap nya di setiap tangan.

Untuk sentuhan akhir, dia mengikat penutup mata di kepala Ringo dan berputar beberapa kali. Kerumunan terdiam ketakutan. Sebagian orang merunduk di balik kursi mereka; sebagian lagi berlari keluar. Gadis pelempar melemparkan 3 koin. Lengannya disilangkan, mengeker di atas bahunya, Ringo yang buta menembak: BANG-BANG-BANG. Si Pelempar berputar, menari, kemudian mengembalikan koin (dengan wajah lurus mengecam) ke pemilik nya masing-masing.

Para kerumunan heboh menjadi berdiri bertepuk tangan.

Bagaimana? mereka berteriak satu sama lain. Mustahil!

Sementara itu anak-anak kecil carnie (sebutan untuk para akrobat festival) mencopet dompet-dompet warga kota, tak terlihat seperti hantu.

*

Di luar kedai, selebaran masih dikotori dengan poster setengah robek dari Ringo, kedua tangan bersenjata, lengkap, sebuah tembakan yang sempurna. Di dalam, di meja bundar mata meloto di atas kartu yang tersusun seperti kipas. Ringgo menatap koin mengkilap, menggosok lekukannya dengan ibu jari. "Kepala, kata nya"dan aku berhenti berjudi".

Koin terjatuh dari jari panjangnya, berputar cepat di udara, mendarat di telapak tangan, dan menepuk nya di atas meja. Dia membuat pertunjukan mengintip lalu menyeringai, melemparkan chip lain di tengah tumpukan chip. "Aku masuk", katanya, dan sementara mereka sepakat, Ringo membalik koin lagi.

"Kepala," kata nya,"dan saya berhenti minum."

Koin terbang, mendarat, menepuk nya di telapak tangannya. Dia mengintip lagi, lalu meminta satu ronde lagi.

Kartu-kartu yang tidak menguntungkannya, tapi kartu-kartu ini sangat jarang. Ketika cangkirnya kosong, Ringo bergumam "Kepala, dan saya akan berhenti melawan. Mencari pekerjaan yang sah, istri canti, menggantung Alasan (nama pistolnya) untuk kebaikan".

Koin terbang, siulan yang samar terdengan di lubang.

Original story here Vainglorygame

Lihat juga Lore Ringo Part II.
Lihat juga Lore Ringo Part III.
Lihat juga Lore Shogun Ringo.
Lihat juga Lore Bokuto Ringo.
Semua Lore

No comments:

Post a Comment