Menu

Thursday, 19 January 2017

Glaive Lore: 'Glaive Bertemu Ringo'


Kau pikir kau bisa menyebut ku hewan buas dari seberang cantina. Jika kau berbisik, kau pikir aku tidak bisa mendengar mu. Kau pikir jarak itu akan memberimu kesempatan lari. Dan sekarang kau berada di kakiku, si carnie (sebutan untuk para penyelenggara karnival) kecil pemabuk yang bodoh. Itulah mengapa kau kalah di meja dadu, dan mengapa kau kembali untuk kalah lagi: kau cuman hebat dari kejauhan.

Tapi sekarang kapak ku memukul mu jatuh, jadi sat kau berada di kakiku, mengenggam memar yang menjijikan itu, mengapa kau tidak menghina ku lagi? Ah, bagus, bagus. Ada keberanian dalam dirimu. Aku menghargai orang yg meludah di wajah seekor hewan buas.

Mungkin, meskipun, kau seharusnya berfikir tentang apa yang kamu anggap jijik. Benar, makhluk seperti aku tinggal di atas pohon dan di gua-gua gunung. Pola bulu kami menyamarkan kami pada tumbuhan merambat, semak-semak, dan duri-duri. Makhluk yang lebih lemah menjadi makanan kami. Tapi kalian merusak pegunungan kami dengan tambang-tambang kalian. Mengambil kristal dan emas, kemudian memperebutkannya saat pegunungannya hancur. Cara itu menggambarkan kebuasan, seperti kalian memanggil kami, mendekat dan lebih dekat. Cara yang mana yang benar- benar kurang beradab?

Shh, berhentilah gemetar, carnie kecil. Ini bukan akhir, masih ada piala untuk didapatkan.

Berdiri dari tanah, kau pengecut seperti daun gemetar, dan mari melempar sebuah dadu untuk buktikan kami dapat bermain bagus. Kau bisa miliki semua emas ku jika kau menang. Tapi jika kau kalah, aku ambil sebelah tanganmu. Oh, bukankah itu spesial buat mu, si kecil Ringo? Jadi kau sebaiknya tidak kalah.

Dan kau sebaiknya tidak curang. Aku bisa mencium setiap gerakan.


Original story here Vainglorygame


Lihat juga Lore Ringo Part I.
Lihat juga Lore Ringo Part II.
Lihat juga Lore Shogun Ringo.
Lihat juga Lore Bokuto Ringo.
Semua Lore

No comments:

Post a Comment